Manajemen Diklat (Dosen, Amril Muhammad, SE. M.Pd)
Senin, 26 September 2011
Pada perkuliahan kali ini, pertama dosen memaparkan lima alasan dilakukannya pelatihan. Yang pertama, ada kesenjangan antara kinerja actual dengan kinerja ideal. Yang kedua, karyawan baru yang masih belum focus dengan pekerjaannya. Ketiga, teknologi baru. Teknologi yang semakin hari semakin maju, membuat karyawan harus terus mendapatkan pelatihan. Keempat, pelatihan diperuntukan untuk membangun budaya. Dan kelima, untuk romosi dan mutsi.
Selanjutnya, dosen menerangkan mengenai beberapa yang terkait dengan pelatihan. Yang pertama;
| Need Identification (Mengindentifikasi Kebutuhan)
Membutuhkan alasan yang jelas dalam menemukan problem. Jika kita ingin memberikan pelatihan kepada bawahan, harus tahu apa yang sedang menjadi kebutuhan mereka untuk mengikuti mobilitas perubahan dalam pekerjaan atau bisa disebut dengan identificancy of training. Selanjutnya, analysis of occupation atau menganalisis pekerjaan. Pegawai mempunyai wilayah kerja yang tidak sama, maka pelatihan yang diberikan harus sesuai dengan wilayah pekerjaannya. Misalnya pegawai TU, mereka memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ada yang bergerak di bidang kurikulum, sarana prasarana, atau laboratorium, maka pelatihan yang diberikan harus sesuai dengan bidang yang digeluti. Selanjutnya identification of target population. Kelompok mana saja yang akan dilatih. Tidak sembarang orang atau kelompok bisa mengikuti pelatihan. Kelomok pegawai harus benar-benar diseleksi mana saja yang akan mengikuti pelatihan. Lakukan survey, observasi atau pengamatan melaui atasan, study dokumen, atau wawancara. Yang terakhir merumuskan kebutuhan. Kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh pegawai, agar diberikan saat pelatihan.
| Objectives Setting (Menata Secara Objektif)
Dalam mengadakan pelatihan harus benar-benar objektif. Pertama kita harus memperhatikan Determination of entry requirements atau penentuan persyaratan masuk. Dimana pegawai dilatih bagaimana dia harus ramah, mampu berkomunikasi dengan baik, bahkan sampai hal terkecil seperti bagaimana cara senyum di dalam bekerja apabila bekerjanya berhadapan dengan orang banyak. Setting of Training Objectives. Yang dimaksud adalah mendesain suasan pelatihan. Agar peserta dapat menikmati dan mamu menyerap semua yang dibekali atau diberikan, maka pelatihan harus dibuat senyaman mungkin. Design of Test. Dalam memberikan pelatihan kita harus memastikan kebutuhan apa yang akan dites. Validation of Objectives. Yaitu melakukan validasu agar tidak terjadi inefisiensi.
| Instruction Design
Dalam pelatihan kita mau memerikan instruksi atau mengajar dengan cara apa, misalnya seperti; Design of Instuction yaitu materi-materi yang sifatnya skill atau drill. Kita juga harus memperhatikan yang namanya Testing of Instructional material. Yaitu melakukan pengecekan kesiapan dalam pelatihan. Pelatihan harus dipersiapkan secara matang serta siap dari segi apaun seperti Production of Instructional Materials. Yaitu mempersiapkan bahan-bahan yang akan disajikan saat pelatihan. Bahan yang akan diuji harus memiliki validitas serta mutu tinggi.
| Implementation
Saatnya mengimplementasikan pelatihan setelah melakukan berbagai persyaratan di atas. Dalam pengimplementasian kita juga harus memerhatikan berbagai hal. Yang pertama Planning of Training Facilities. Lakukan perencanaan yang matang dalam memberikan fasilitas yang memadai dalam pelatihan. Rencakana apa yang ingin kamu lakukan, dan lakukan sesuai dengan dengan yang kau rencakan. Selecting of Training of Course instructors. Selection of Trainees. Sebelum pelatihan, kita harus menyeleksi siapa saja yang akan dilatih. Target harus jelas. Karena yang akan dikerjakan bukanlah main-main. Pelatihan mempunyai tujuan yang jelas. Dan yang terakhir adalah Conduct of Training. Pelaksanaan dari pelatihan tersebut.
| Evaluation
Setelah dilaksanakannya pelatihan tersebut. Dibutuhkan pengevaluasian agar bisa dinilai keberhasilan serta kekurangan yang akan diperbaiki selanjutnya. Yang pertama dilakukan dalam evaluasi tersebut adalah Analysis of achievement of Objectives. Yaitu menganalisis apakah pencapaian tujuan sudah berjalan maksimal. Yang kedua, Analysis of Trainee Job Performance. Yaitu mengevaluasi peserta pelatihan dalam bekerja. Apakah telah terdapat perubahan setelah mengikuti pelatihan tersebut. Yang terakhir Calculation of Cost Effectiveness of Project. Yaitu menganalisis dari aspek pembiayaan. Aakah ada kemubaziran atau sudah memanfaatkan dara secara efisien sehingga biaya yang dikeluarkan sesuai dengan yang dicapai. Semua harus terhitung secara jelas.




0 comments:
Post a Comment